Thursday, September 11, 2008

Mengusik Kesepian

Dalam kehidupan keseharian, rasa sepi selalu menyertai kita. Lalu bagaimana caranya agar kesepian bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan mengasyikan?" Inilah masalah yang akan dijawab dalam tulisan ini. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan bil kita merasa sepi dalam kondisi tertentu.

1. Kesepian adalah partner dalam setiap aktivitas. Sebagai partner, maka kita harus
menikmatinya dalam setiap waktu sembari menyelesaikan suatu aktivitas.

2. Kesepian hanyalah rasa yang ada dalam diri seseorang. Rasa itu mencuat bila kita kurang pandai memanfaatkan situasi. Orang yang ada disekitar kita tidak akan berinteraksi dengan kita kalau kita hanya pasif dan berdiam diri. Oleh karena itu, jadilah orang yang memberi informasi secara berterima sesuai dengan kondisi dan situai yang ada. Orang bilang,"tangan diatas lebih baik dari tangan di bawah."

3. Sambutlah apa yang ada disekitar kita. Taman bunga, kumpulan buku, siaran TV, atau sampah yang disekitar kita. Jika kita berada di depan sebuah taman, tataplah setiap bunga, maka kecintaan terhadapnya akan tumbuh pada setiap helai kembang, dahan dan ranting. Hati akan semakin terhibur. Hal serupa juga ada dalam ruangan yang memiliki tumpukan buku. Jika buku-buku tersebut tak beraturan, mulailah mencabutnya satu demu satu. Lihat setiap judul buku, pasti ada topik yang menarik. Mulailah membaca topik tersebut secara kilas pandang. Tangkaplah ide-ide pokok yang terkandung di dalamnya. Kemudian berpindahlah pada buku berikutnya sambil meyelami isinya dan pisahkan menurut disiplin ilmunya atau tebal tipisnya, dan tinggi lebarnya. Waktu dua jam tak terasa, dengan menyelami lautan ilmu yang dalam tanpa batas, sekaligus menata sebuah rak buku yang teratur. Hasil silaman terhadap ilmu -ilmu tersebut dapat ditunangkan dalam tulisan. Inilah salah satu media komunikasi bagi kaum terpelajar. Menulis menjadi ajang untuk menata pikiran, ide-ide yang muncul secara insidental dalam kondisi tertentu. Hal yang tak kalah pentingnya adalah menatap sampah-sampah yang ada disekitar kita. Mereka adalah kawan yang ingin disentuh, dibantu untuk mendapatkan tempat yang layak. Pikiran akan menggerakan tangan untuk mengambil sapu dan mengajak para sang kawan tak berdaya untuk diungsikan disebuah tempat yang nyaman bagi mereka baik di tong sampah maupun tempat-tempat tertentu. Mereka akan menemukan sorganya disana dan lingkungan pun bersih dan nyaman.

Ketiga hal di atas akan menciptakan kreatifitas, kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas dalam hidup. Artinya komunikasi adalah kuncinya. Kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, apa saja yang ada disekitar kita. Hasil komunikasi inilah yang akan menjadi input membentuk sebuah pengalaman bermakna. Dengannya hiudp ini akan penuh arti dan ibadah untuk kita nikmati di hari esok.

No comments: